Oleh:
A A Sagung Dwi Adnyaswari
Dalam ruang lingkup kehidupan, hiburan tak dapat dikesampingkan. Hiburan terdiri dari berbagai bentuk, fungsi, ataupun dampak yang ditimbulkan. Permainan yang cukup melatih otak ataupun fisik, tak terkecuali di dalamnya.
Permainan anak-anak memang tidak semeriah dulu. Banyak anak-anak yang beralih pada hiburan lain, ketimbang memainkan suatu permainan yang tak kalah seru. Permainan ini terbagi menjadi permainan tradisional dan modern. Pergeseran makna, menyebablan permainan tradisional sangat jarang untuk dijumpai. “ Terlalu kuno. Udah enggak jaman. Banyak permainan yang lebih keren. “ Begitulah tanggapan yang terlontar dari bibir anak-anak jaman sekarang. Mereka lebih memilih memainkan permainan monopoli, halma, rubik’s, atau memilih duduk nyaman di depan monitor komputer untuk bermain game online ( point blank ) , dibanding permainan daerah yang telah berakar di daerah masing-masing, contoh : meong-meong, petak umpet, dengkleng, congklak ataupun kelereng.
Terlihat sangat kontras perbedaan kedua jenis permainan tersebut. Dari bentuk, para pemain, hingga dampak yang ditimbulkan. Permainan tradisional yang kini mulai ditinggalkan para peminatnya, jika diteliti lebih jauh memiliki sudut pandang seni yang cukup tinggi. Bahkan permainannya tidak kalah menarik dengan permainan modern. Tetapi tidak sedikit, anak-anak di suatu tempat berusaha untuk melestarikannya. Selain itu, permainan tradisional, meramahkan lingkungan sekitar, serta memerlukan media yang tidak sulit. Dampaknya pun menyenangkan. Unsur tradisinya cukup kental.
Dengan munculnya berbagai permainan modern yang kini membius para penikmatnya, dari berbagai kalangan usia untuk memperhatikannya. Mencoba mengikuti alur globalisasi, segala masyarakat dari berbagai lapisan usia, mampu memainkannya. Tanpa menghabiskan banyak tenaga, dampaknya pun dapat dirasakan. Layaknya mendapat hiburan.
Permainan modern memang diperlukan. Asalkan para penggunanya mampu mempraktekkannya tepat sasaran. Permainan modern memang lebih mengacu pada kestabilan otak, dibandingkan fisik yang identik dengan permainan tradisional. Namun tidak sepenuhnya, terjadi pergeseran yang berarti.
Dengan meng-kolaborasikan permainan tradisional dengan permainan modern, memungkinkan menjadi salah satu alternatif untuk mencegah punahnya permainan tradisional tersebut. Di sini para seniman, ataupun penggemarnya, dituntut untuk berpikir kreatif dalam mengkombinasikannya, menjadi satu kesatuan yang utuh, hingga menciptakan jenis permainan yang berbeda.
Permainan yang memiliki nilai estetika yang tinggi ( permainan tradisional), contoh : meong-meong, dapat dikemas dalam bentuk berbeda dengan sentuhan modern. Hingga menjadi permainan meong-meong, dengan iringan musik modern (pop atau rock). Sehingga permainan lebih menarik. Unsur budayanya masih melekat, tetapi lebih memacu adrenalin dalam menjalankannya.
Atau dengan bentuk kombinasi lain. Permainan kelereng atau petak umpet, dikemas menjadi suatu permainan yang memerlukan suatu media elektronik. Memungkinkan para pemain, menggunakan jasa game online untuk menikmatinya. Di sana terlihat jelas, antara permainan tradisional dapat saling melengkapi dengan permainan modern. Seperti pernyataan tersebut, tradisi dapat berjalan beriringan dengan globalisasi, dengan tujuan positif. (Anggota Madyapadma Journalistic Park-SMAN 3 Denpasar) / Jenis: Artikel
bagus :D
BalasHapus