Senin, 21 Februari 2011

Trisma, Foursma dan Sixma Lolos ke Grandfinal

Tiga tim Koran dinding (kording) SMA di Denpasar lolos ke babak grandfinal lomba Kording PKM “Akademika” Unud. Grandfinal tingkat provinsin akan digelar 13 Maret 2011 di Denpasar. Grandfinal mempertemukan juara di masing-masing kabupaten. Siapa saja ketiga tim itu?

Ketiga tim itu masing-masing klub jurnalistik ‘Madyapadma Journalistic Park”-SMAN 3 Denpasar, klub jurnalis SMAN 4 Denpasar dan SMAN 6 Denpasar. Mereka menyisihkan delapan tim yang berlomba untuk tingkat kota Denpasar. SMAN 6 Denpasar (Sixma) meraih peringkat ketiga. SMAN 4 Denpasar (Foursma) peringkat kedua dan SMAN 3 Denpasar (Trisma) peringkat pertama. Hasil ini mendekati komposisi tahun lalu. Tahun lalu urutan pertama sampai tiga juga berurutan SMAN 3 Denpasar, SMAN 4 Denpasar dan SMAN 6 Denpasar. Hanya saja tahun lalu ada empat yang lolos yaitu SMAK Souverdi Tuban (tahun lalu digabung Denpasar-Badung-red). “Jalan masih panjang, kami harus lebih baik lagi. Karena kami ingin mempertahankan piala bergilir,” tutur Pemimpin Umum klub jurnalistik ‘Madyapadma Journalistic Park’. Ni Made Karina Wiraswari. Jika Karina dkk mampu mempertahankan piala bergilir, berarti untuk ketiga kalinya berturut-turut piala bergilir diraih SMAN 3 Denpasar.
Hasil lainnya, peringkat empat diraih SMAN 1 Denpasar. Sementara itu untuk rubrik-rubrik terbaik masing-masing adalah Laporan Utama terbaik diraih SMAN 3 Denpasar, Wawancara Transparan Terbaik (SMAN 3 Denpasar), Tajuk Terbaik (SMAN 3 Denpasar), Artikel Terbaik (SMAK Santo Joseph Denpasar), Resensi Terbaik (SMAN 3 Denpasar), Profil Terbaik (SMAN 4 Denpasar) dan Artistik Terbaik (SMAN 3 Denpasar) (wijaya).

Kamis, 10 Februari 2011

Melepas Jeruji Penjara Pers

Oleh: Nila Pertina

Kemerdekan sejati, agaknya kata-kata itu bagi pers di Indonesia tak sepenuhnya di miliki oleh pers di negeri ini. Baru hangat rasanya 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN) tapi kebebasan pers di negeri ini masih terancam. Jelas! Melihat kenyataan yang terjadi di pers Indonesia tentu masih mengoyak kemerdekaan para jurnalis di negeri demokratis ini.
Aliansi Jurnalis Independen mencatat di tahun 2009, tercatat ada 44 kasus kekerasan terhadap pekerja pers. Angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya, yang cuma 33 kasus kekerasan. Ironis memang! Hal itu sudah barang tentu berbading terbalik dengan Undang-Undang No. 40/1999 tentang Pers negeri ini. Pers kadang kala membuat sarut marut negeri ini bahkan parahnya lagi menimbulkan kericuhan dengan pemberitaan yang diangkatnya, namun di balik itu semua akan tereduksi dan lahirlah keadilan. Bagaimanapun pers adalah ruang bagi idealisme dan hati nurani untuk bicara terbuka dalam pemberitaan yang diangkatnya. Sayang pesan dari pemberitaan pers tak dapat diterima oleh segelintir orang yang merasa dirugikan. Bagi mereka yang dirugikan pers adalah musuh. Padahal jika diamati dengan jelas dengan adanya pers berhasil mengangkat penyakit-penyakit bangsa ini, dengan lebih leluasa. Mereka adalah media pemberitaan yang membuka mata, telinga kita terhadap hal yang terjadi tak hanya sekadar di bangsa ini juga negara lain.
Padahal banyak hal yang menguntungkan dari adanya pers. Tapi masih saja kasus kekerasan terjadi pada pers negeri ini, bahkan semakin meningkat. Pers bergrilya dari tiap tempat hanya demi mengungkap keterbukaan yang notabene untuk membuka cara pandang kita. Jika kekerasan terhadap pers dibiarkan maka apa jadinya negeri ini tanpa pemberitaan? Kebebasan pers menjadi salah satu tolak ukur dan prinsip tegaknya proses demokrasi. Tanpa pers yang independen dalam menjalankan fungsinya, demokratisasi dinilai bukan lagi demokratisasi! (penulis adalah sekretaris umum klub jurnalistik 'Madyapadma Journalistic Park' - SMAN 3 Denpasar)

Info Bagi Penulis Muda-Remaja

Hai kawan-kawan 'Suara Muda Bali'

Jika kamu punya tulisan apa saja, misalnya artikel, berita sekolah, berita kampus, berita di sekitar lingkunganmu, resensi, profil seseorang, esay atau tulisan lainnya, silahkan kirim ke 'Suara Muda Bali'. Tulisan dapat dikirim ke email: suaramudabali@gmail.com.
Bagi tulisan yang dimuat di blog 'Suara Muda Bali' akan mendapatkan sertifikat. Kami tunggu tulisan-tulisanmu.