Made Pradnyawati Chania menatap layar laptop. Sesekali matanya berkedip gelisah. Beberapakali ia memperbaiki kaca mata. Ia mengerutkan dahinya. Di layar laptop terpampang halaman web MPTV-Online. Gambar di layar terlihat bergerak lambat dan patah-patah. “Hhhh........,” desahnya sembari menghembuskan nafas agak panjang.
“Kalau begini saya tidak bisa tidur malam ini,” keluhnya saat guru pembimbing dan sesama rekan di klub jurnalistik ‘Madyapadma Journalistic Park’-SMAN 3 Denpasar menyarankan untuk berhenti mengotak-atik web MPTV-Online (Madyapadma Televisi-Online-red) dihadapannya. Padahal jarum jam sudah merayap mendekati jam sepuluh malam. Malam itu memang beberapa anggota tim inti ‘Madyapadma Journalistic Park’ dan guru pembimbing masih bertahan di sekolah. Mereka menyiapkan acara peluncuran MPTV-Online keesokan harinya.
Chania gelisah karena gambar di layar MPTV-Online bergerak lambat. Padahal sudah hampir delapan bulan ia menyiapkan MPTV-Online. Ia memulai dengan mempelajari secara otodidak dari buku tentang TV-Online yang diberikan pembimbingnya. Dua hari sebelumnya rasa optimis sempat menjalari diri Chania. Ketika itu dengan gembira ia mengirim pesan singkat melalui handphone ke guru pembimbing,”Kak, MPTV-Online sudah bisa dilihat semua orang! Alamatnya www.blogtv.com/people/mptv-online . Sekarang akan saya publish di web (madyapadma-online-red) dan mini madyapadma (grup di jejaring sosial Face Book-red)”. Hanya saja rasa optimis itu mulai goyah dengan kondisi sistem jaringan internet di sekolahnya. “Padahal saat uji coba beberapa hari lalu, sudah ada penonton dari New York (Amerika Serikat-red),” tutur Chania gelisah. Ia mengetahui hal itu dari informasi yang terpampang dalam sistem televisi online.
Akhirnya, setelah diskusi dan memilih beberapa alternatif pemecahan, Chania bersedia pulang malam itu. “Walau saya belum tenang sepenuhnya,” cerita gadis yang duduk di kelas XII SMAN 3 Denpasar.
Esoknya, MPTV-Online diluncurkan secara resmi oleh Kepala Perwakilan The Jakarta Post di Bali, I Wayan Juniarta. Saat meluncurkan, Juniartha didampingi Kepala SMAN 3 Denpasar, I Ketut Suyastra dan Pemimpin Umum Madyapadma Journalistic Park, Ni Made Karina W. Menurut Juniartha, peluncuran MPTV-Online merupakan tonggak sejarah yang layak dicatat dalam sejarah. Ini untuk pertama kalinya di Indonesia, pelajar SMA meluncurkan televisi online. “Tonggak berikutnya, inilah untuk pertama kalinya generasi muda melakukan proses perlawanan kebudayaan terhadap kebudayaan barat,” tandas Juniartha. Sebab, menurut Juniartha, selama ini generasi muda dan juga orang dewasa di Indonesia sebagian besar hanya sebagai konsumen dari produk barat termasuk berondongan budaya melalui media barat seperti FOX-TV dan MTV. Tetapi anak-anak muda yang tergabung dalam klub jurnalistik ‘Madyapadma Journalistic Park’ memulai bertindak sebagai produsen dengan membuat MPTV-Online. “Soal beberapa kekurangan di sana-sini, itu dapat diperbaiki. Tetapi keberanian mereka membuat MPTV-Online ini patut mendapat apresiasi dan membanggakan,” terang Juniartha.
Peluncuran MPTV-Online, Jumat (30/9) lalu, merupakan penantian panjang anak muda yang tergabung dalam ‘Madyapadma Journalistic Park’. Sebelumnya, di bulan November 2004, mereka telah meluncurkan MPTV. Sebuah jaringan televisi di lingkungan SMAN 3 Denpasar. Jaringan televisi sekolah yang memanfaatkan rangkaian kabel-kabel rancangan sendiri mereka ini sempat terhenti setahun, karena ruangan yang dijadikan studio MPTV direnovasi dan diubah menjadi ruang laboratorium. Untuk sementara, pada peluncuran ini MPTV-Online, mereka meminjam ruangan multimedia. “Untuk siaran rutin, untuk sementara kami akan berpindah-pindah tempat. Termasuk untuk siaran sabtu ini (sehari setelah peluncuran-red), kami memakai kantin sekolah,” terang Kordinator Audiovisual Madyapadma, I Made Febriantow Sukahet. Menurut Febriantow, siaran MPTV-Online akan berlangsung dari hari Senin-Sabtu jam 15.00 – 16.00 WITA. “Walau belum mendapat studio tetap, tetapi kami merasa bangga dapat mewujudkan impian kami yang telah berlangsung selama tujuh tahun,” ungkap Karina dengan mata berkaca-kaca seusai peluncuran MPTV-Online. (I Wayan Ananta Wijaya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar